Monday, October 13, 2014

empat tahun dua bulan

Empat tahun dua bulan dipanggil cikgu hampir setiap hari; 
telinga mungkin sudah lali, namun hati masih tersentap.

sudah kukatakan, aku tidak layak untuk tugas semulia itu. 

menghadap mereka yang setiap hari terkebil-kebil melihat aku,
aku yang kadang kala mendung,yang kadang kala panas terik,
kadang kala tengkujuh, kalang kala kemarau,
itu aku yang emosinya sering beremosi,

sudah kukatakan jangan menggantung harapan pada aku,
aku cuma perempuan marhaen denga jiwa polka dots,
yang masih terperangkap dalam polaroid dunia vintajnya...

No comments:

Post a Comment