Monday, December 8, 2014

kerna itu bintang memilih menemani rembulan dan bukannya mentari

aku hanyalah perempuan marhaen yang tipikal yang cuma punya jiwa polka dots,
sedang kamu seperti mentari yang pasti hadir tika alam menjejak kaki menemui siang.


aku hanya bintang yang kabur sinarnya,yang hatinya telah lama mati bersemadi,
kau pula mentari yang terang sinarnya,yang seringkalinya  datang dengan parodi,
untuk bertemu dengan kamu itu, aku perlu menunggu sehingga malam pergi,

aku hanya bintang yang kabur sinarnya,
sulit untuk aku bertahan dan menunggu sehingga alam menemui siang.
sungguh sulit.

Tika subuh semakin menghampiri penghujung jalanannya,
aku semakin terasa payah untuk bertahan, payah dan lelah.
Kerana kesulitan itu, lantas aku memilih untuk menemani rembulan,
dan,
menjauhi kamu, mentari yang terlalu gah.

aku hanya bintang yang kabur sinarnya,
sulit untuk aku bertahan dan menunggu sehingga alam menemui siang.
sungguh sulit.


- 2010 -

No comments:

Post a Comment