Monday, December 8, 2014

mencari euforia


entah, 

waktu akhir-akhir ini, masa yang berlalu terkadang terasa amat pantas, terkadang pula terasa amat singkat, berlegar dalam kontra yang sedikit menyesakkan trafik minda.

dan aku perempuan marhaen  yang euforianya masih di zaman klasik kekadang masih keliru dengan kehidupan aku sendiri. kiruh mungkin; antara keinginan duniawi dan tuntutan ukhrawi.
*senyum kelat.






waktu akhir-akhir ini, yang ada disekelilingnya hanya mengingati dan menginginkan senyuman yang terbit dari bibirnya yang lesi; kerna bagi mereka, itu yang bisa memberi rasa manis kepada kehidupannya.memberi perisa, memberi warna kepada kehidupan.
apakah mereka tidak menyedari setiap kuntuman senyum itu mekar, setiap kali itu juga jiwa-jiwa perempuan itu jatuh berderai dan berkecai mendebu ke langit?
tidakkah mampu mereka merasainya?
atau mereka telah larut dalam kemanisan yang mereka definisikan sendiri?


mungkin selamanya euforia perempuan separa muda itu masih di zaman klasik.
mungkin......

mencari euforia dalam derita yang aku ciptakan sendiri, atau mungkin aku perempuan yang memang tiada euforia... ...

No comments:

Post a Comment