Saturday, December 13, 2014

tigabelas duabelas empatbelas


hanyir tengahari memamah rakus raksi pagi,
kemudiannya,
ditelan perlahan kelabu senja  kelam lesi,

siang, petang, senja, malam silih berganti,
masa itu tanpa penat berlari dan berlari,

yang penat itu mungkin saja kita kita ini.

No comments:

Post a Comment